Wednesday, July 21, 2010

General Instruction of the Roman Missal (3rd typical edition 2002): (to foster full, active and fruitful participation in the liturgy)


Some notable Changes to current practices

1. General Arrangement, Environment, Norms:
Floral decoration: never too much, around rather than on altar

Candles: There shall be at least 2, 4 or even 6 on Sundays and Feast Days, 7 when the Bishop of the Diocese is presiding; nothing is mentioned about oil lamps as substitutes for candles.

Incensation: used for Entrance Procession, mostly 3 swings of the thurible for bishop, priest, or people, crucifix, Book of Gospels, gifts of bread and wine, consecrated bread and wine, single swings for altar).

Money and other gifts brought up at the Presentation are to be placed away from the altar in another suitable place.

Ambo: Not only for scriptural readings, but also Responsorial Psalm, intercessions of the Prayer of the Faithful.

Concelebration: Priests are not allowed to join in a concelebration if late and must not leave before the conclusion.

2. Mass Texts, Hymns, Silences & Pauses:

Mass texts: The exact Mass text of the following must be used whether sung or recited: Responsorial psalms, Gospel Acclamation Verse, Gloria, Sanctus, Agnus Dei; the entrance/offertory/communion chants texts and only Conference-approved-substitute hymns may be used; Communion Chant begins at the priest’s communion.

Pauses and Silences are now imposed: In and around the church before celebration; before the Penitential Rite, after Opening Prayer “Let us pray”; before Liturgy of the Word; before and after scriptural readings; after the homily; after communion; after Post Communion “Let us pray” when not preceded by silence after Communion.

3. Common Postures, Gestures, Movements:

Dancing is not provided for anywhere during Mass;

Bowing: Priest and people make a profound bow at “by the power of the Holy Spirit … and became man” in the Creed; Simple / bow of the head to be made when the three Divine Persons are named together and at the names of Jesus, of the Blessed Virgin Mary, and of the Saint in whose honor Mass is being celebrated; at Communion each communicant is to make a profound bow as he/she approaches to receive the Body of Christ.

Priest/deacon no longer raises and shows Book of Gospels after the reading.

The people sit at Presentation of the Gifts (this is not new – to stand was introduced by some dioceses in the Region).

Genuflection: Priest must genuflect after raising the Body and Blood of Christ at the Consecration (not just bow), and also before the “Behold the Lamb of God; People must bow profoundly when the priest genuflects at Consecration if for physical reason they cannot kneel.

Lord’s Prayer: nothing is said about the gesture of the people (raising or extending of hands or holding of hands are certainly not obligatory);

Sign of Peace given only to those nearest (not to move around to avoid distraction) in a sober manner (no provision for song during sign of peace), the priest not to leave sanctuary to offer the sign of peace unless for a serious reason;

Extraordinary Ministers of Communion to approach altar only after the priest’s communion, they are to receive communion and the ciborium from the hands of the priest; priest himself is expected to take and return the blessed sacrament to the tabernacle should there be real need for extra consecrated hosts;

Communion from the same Eucharist: People are to receive communion consecrated at the same Eucharist, and not from the tabernacle reserve.

Announcements: When these are truly necessary, the priest is to make them.

4. Blessing of non Communicants:

Until further notice, after some consultation on the thorny issue, Archbishop Lee has decided that blessing of non communicants at communion is to be given only to children who come together with their parents/guardians. Adults for whatever reason who may not receive communion, are not to be blessed.


Pedoman Umum Misale Romawi (edisi k-3 2002):
(memupuk penglibatan secara sedar, aktif dan penuh di dalam liturgi)

Beberapa perubahan kepada amalan-amalan kini

1. Perhiasan, Ruang, Ketetapan Umum:
Perhiasan bunga: sederhana, di sekitar dan bukan di atas altar
Lilin: Sekurang-kurangnya 2, 4 atau 6 pada hari Minggu dan hari-hari Wajib, 7 apabila Uksup Diosis merayakan Misa; tiada disebut mengenai minyak menggantikan lilin.
Pendupaan: digunakan semasa Perarakan Masuk, kebanyakannya 3 hayunan untuk uskup, paderi atau umat, salib, Kitab Injil, persembahan roti dan anggur, roti dan anggur yang dikonsekrasikan, satu hayunan untuk altar.
Wang dan lain-lain bahan persembahan: yang dibawa semasa Persembahan diletakkan di tempat lain yang sesuai dan bukan di altar.
Ambo/Mimbar: bukan hanya untuk bacaan kitab suci, juga untuk Mazmur Antarabacaan, permohonan Doa Umat.
Konselebrasi: Para paderi tidak dibenarkan untuk menyertai Misa konselebrasi jika lambat dan tidak seharusnya tinggalkan gereja sebelum pengutusan.

2. Teks dan Lagu Misa, Saat Hening:
Teks Misa: Teks Misa berikut yang bertepatan harus digunakan samada dilagukan atau diucap: Mazmur antarabacaan, Bait Pengantar Injil, Kemuliaan/Gloria, Kudus kudus, Anak Domba Allah; teks nyanyian pembuka/persembahan/komuni dan lagu-lagu yang diluluskan oleh Konferens boleh digunakan; Lagu Komuni bermula semasa komuni paderi.

Saat hening kini dimestikan: di dalam dan di sekitar gereja sebelum perayaan; sebelum Upacara Tobat, selepas Doa Pembuka ”Marilah berdoa”; sebelum Liturgi Sabda; sebelum dan selepas bacaan kitab suci; selepas homili; selepas komuni; selepas Doa komuni ”Marilah berdoa” apabila tidak didahului oleh hening selepas Komuni.

3. Sikap Tubuh dan Tata Gerak Umum:

Tarian tidak dinyatakan untuk mana-mana bahagian Misa;
Bungkuk/Tunduk: Paderi dan umat membungkuk khidmat semasa Syahadat ”dikandung dari Roh Kudus...menjadi manusia”; Tunduk kepala dibuat semasa tiga peribadi Tritunggal disebutkan bersama dan pada nama Yesus, Perawan Maria, dan Santo yang dirayakan Misa peringatan; semasa Komuni setiap umat yang datang meyambut dihendaki membungkuk khidmat sebelum menerima Tubuh Kristus.
Paderi/diakon tidak lagi mengangkat dan menunjukkan Kitab Injil selepas membacanya.
Umat duduk semasa Perarakan Persembahan (ini bukan sesuatu yang baru – berdiri diperkenalkan oleh beberapa diosis di Konferens ini).
Genuflek (berlutut dengan satu lutut): Paderi harus genuflek selepas mengangkat Tubuh dan Darah Kristus semasa Konsekrasi (bukan hanya membungkuk), dan juga sebelum ”Inilah Anak Domba Allah”; Jika semasa Konsekrasi umat tidak dapat berlutut disebabkan oleh keadaan fisikal, apabila paderi genuflek mereka harus membungkuk khidmat.
Doa Bapa Kami: tidak disebutkan tata gerak umat (tidak semestinya untuk mengangkat atau membuka tangan atau memegang tangan yang lain);
Salam Damai diberi kepada mereka yang berdekatan sahaja (tidak bergerak dan menyebabkan gangguan) dengan pantas (tiada lagu yang mengiringi upacara ini), kecuali atas sebab-sebab yang serius, paderi tidak meninggalkan kawasan altar untuk memberi salam damai;
Pelayan Komuni Tak-Lazim datang ke altar hanya selepas komuni paderi, mereka menerima komuni dan siboria berisi hostia suci dari tangan paderi; paderi sendiri yang akan mengambil dan mengembalikan sakramen kudus ke dalam tabernakel jika hostia-hostia tambahan diperlukan;
Menyambut komuni dari Ekaristi yang sama: Umat menerima komuni yang dikonsekrasikan dari Ekaristi yang sama, dan bukan dari hostia-hostia tambahan di dalam tabernakel.
Pengumuman: Jika perlu, disampaikan oleh paderi.

4. Pemberkatan mereka yang belum boleh menyambut:

Setelah konsultasi dan sehingga diberitahu kelak, Uksup Agung Lee telah membuat keputusan pemberkatan mereka yang belum boleh menyambut hanya diberi kepada kanak-kanak yang keluar bersama-sama dengan ibubapa/penjaga mereka sahaja. Dewasa, biarpun apa jua sebab mereka tidak dapat menerima komuni, tidak akan diberkati.

No comments: