Monday, August 9, 2010

7 SIKAP YANG AMAT PENTING  UNTUK MEMANTAPKAN PELAYANAN DALAM KATEKETIKAL

Apakah Objektif Pelayanan Kateketikal?

Objektif utama pelayanan kateketikal bukanlah hanya mempersiapkan orang untuk menerima sakramen inisiasi.

Tetapi yang sangat penting adalah membawa perubahan dalam hidup seseorang yang dibimbing di mana dia menjadi seorang Kristian yang beriman dan mengusahakan hidup yang berdasarkan pada Injil Kristus dan ajaran-ajaran Gereja.

1. Taat Berdoa
Langkah pertama dan utama dalam segala bentuk pelayanan yang efektif adalah berdoa. Jika kita melupakan doa dalam hidup maka Tuhan pun dilupakan. Bagaimanakah kita dapat melayani Tuhan jika Dia tidak kita utamakan dalam hidup.
Para katekis pembimbing mestilah menjadi orang taat berdoa setiap hari. Doa menyatukan kita dengan Tuhan dan ini akan merapatkan hubungan dengannya.
“Sebab diluar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (Yoh 15:5).
Hanya dengan adanya hubungan intim dengan Tuhan barulah usaha kita itu berkesan dan berhasil baik.
Doa merupakan dasar utama untuk membangun hubungan intim dengan Tuhan.

2. Mencintai Iman
Para katekis pembimbing mestilah mencintai iman Kristian dan bukan hanya mengetahuinya saja.
Memberi katekesis itu bukanlah hanya memberi pengetahuan tentang iman tetapi ia merupakan perkongsian dan kesaksian iman kita akan cinta kasih kita kepada Allah dan pengalaman peribadi akan cinta kasih Allah kepada kita.
Maka para katekis pembimbing mestilah mencintai Gereja, taat setia kepada ajaran-ajaran Gereja dan Injil Kristus adalah amat penting. Jika kehidupan seseorang katekis atau pembimbing itu tidak sehaluan dengan ajaran-ajaran Injil dan Gereja, ini bererti hidupnya berlawanan dengan iman Katolik.
Tuhan Yesus berkata: “Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?” (Lk 9:39). Dalam kata lain, dalam pembimbingannya tidak tidak ada kesaksian yang sebenar

3. Persiapan Awal
Jika kita membuat persiapan awal dan rapi dengan apa yang kita ingin ajarkan kepada mereka yang kita bimbing, tentu sekali ini sangat membantu dalam perkongsian kita.
Jika seseorang katekis pembimbing mahu menyampaikan suatu tema supaya dimengerti oleh para pendengar, dia mestilah memahami tema itu dengan baik dan tahu bagaimana cara untuk menyampaikannya dengan mudah dimengerti dan berkesan.

4. Interaksi yang Baik
Manusia mendapat pembentukan keperibadiannya melalui interaksi yang baik dengan sesama manusia.
Hubungan manusia yang baik adalah sangat penting dalam hidup kita sebab ia membantu kita untuk saling memahami, menghormati dan mengasihi satu sama lain.
Masalah besar dan penghalang utama untuk membangun hubungan manusia yang baik adalah sikap tertutup di mana tidak ada interaksi yang baik di dalam komuniti.
Jika tidak ada hubungan baik di antara para katekis pembimbing dengan paderi paroki terutama sekali dan MPP serta komiti dan kerasulan yang lain masalah besar akan timbul.
Interaksi yang baik juga harus terjalin di antara para katekis pembimbing dengan para katekumen atau mereka yang dibimbing.

5. Jenaka
Jadikanlah setiap pertemuan dan pembelajaran yang anda laksanakan itu suatu suasana yang menggembira dan menyenangkan hati supaya para katekumen atau kanak-kanak yang dibimbing bersemangat untuk mendengar.
Janganlah terlalu serius sangat dalam menyampaikan suatu pengajaran tetapi selitkan cerita yang mentertawakan tetapi ada pesanan dalamnya.
Dengan adanya sedikit jenaka dari para katekis pembimbing, pertemuan itu menjadi hidup dan membahagiakan.

6. Mempunyai Minat untuk Terus Belajar
Seorang guru mempelajari banyak daripada mereka yang dia ajar.
Seorang guru tidak dapat mengajarkan apa yang dia sendiri tidak tahu.
Dia harus belajar terlebih dahulu tentang subjek yang dia ingin ajarkan kepada murid-muridnya.
Para katekis pembimbing merupakan guru agama maka mereka haruslah memiliki pengetahuan agama yang mendalam.
Oleh itu sangat penting ada usaha peribadi untuk memperdalam dan memperluaskan pengetahuan agama dengan membaca buku-buku, artikel dan majalah rohani serta mengikuti kursus atau seminar tertentu.
Jika anda kurang mengerti mengenai beberapa ajaran Gereja, bertanyalah kepada mereka yang lebih arif dalam ajaran-ajaran Gereja.

7. Menghormati
Sikap menghormati merupakan nilai Kristian yang penting dan harus diamalkan oleh setiap umat Kristian.
Jika kita ingin dihormati oleh orang lain kita haruslah terlebih dahulu menghormati orang lain sama ada tua atau muda dan juga kanak-kanak.
Jika kita menghormati pendapat atau pandangan orang lain mereka akan lebih terbuka berbincang dengan kita.
Para katekis pembimbing haruslah mempunyai sikap rendah hati, bersikap jujur dan terus terang.
Jika anda ditanya dengan suatu soalan yang anda tidak tahu menjawabnya, katakan dengan terus terang bahawa anda sendiri tidak tahu dan katakan bahawa anda akan bertanya kepada orang yang lebih arif supaya persoalan itu dapat dijawab nanti. Berterima kasihlah kepadanya kerana dengan soalannya itu anda dapat mengetahui sesuatu yang baru.

No comments: